Hmm, udah lama nih saya tidak menuliskan sesuatu dalam pikiranku saat ini. Entah itu hal-hal besar yang biasa dijumpai atau hal-hal kecil sepele yang diremehkan.
Yups! Dimulai dari post “Sempitnya dunia” yang sebelumnya bagaimana bisa bertemu dengan teman lama sejak SD dan pertemuannya pun tidak disangka-sangka. Dan sekarang akan kutulis lanjutan dari kisah ini.
Dimulai dari sepulang kerja sekitar pukul 1 siang dan berjalan pulang menuju ke kosan di bilangan Arteri PI ada perasaan yang membawaku harus menuju ke warung internet hanya untuk memeriksa email (entah dari email kantor, yahoo, atau sekedar memeriksa account Facebook-ku) sebentar.
Setelah kulihat-lihat inbox email kantor dan yahoo ternyata isinya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada hal yang membuatku terkejut membuatku penasaran saat membuka inbox account Facebook-ku, siapakah gerangan nama yang tidak lagi asing kubaca tetapi sudah lama menghilang. Dan ku baca email ini :
July 21 at 12:28pmDit, inunk nih..
Aku juga di jkt, aku kerja di standard chartered bank… di sudirman…Dita, sms ato telp aku yah 0856-9147-xxxx.
ato esia 021-9278xxxx “
(Redaksi: nomer telepon sebagian di-sensor untuk menjaga privasi dari yang bersanggkutan)
Astagfirullah, ini dari Ainur Rahmani Parahita, dan biasanya dipanggil “INUNG” (kok bisa yah dipanggil “inung”? ). Yah, sesuai isi-nya dari email tersebut, inung mengabarkan kalau dia berada di Jakarta, dan setelah agak telat untuk ngobrol panjang lewat telpon, aku merasa kalau dunia ini semakin sempit saja. Kenapa kok semakin sempit? yah bisa dibayangkan aku sudah bekerja di Jakarta 2 tahun, Inung sendiri sekitar 3 tahun dan kemudian lokasi dimana Inung setiap harinya kerja dan tinggal (nge-kos) tidak jauh dimana tempat tidak sering kulewati dibilangan Bendungan Hilir-Sudirman.
Alhamdulillah ya Allah masih dipertemukan dengan orang-orang yang tidak disangka-sangka kehadirannya yang membuat hari-hari lebih berwarna-warni.
PS: Posting selanjutnya InsyaAllah berisi bagaimana pertemuan bertiga dengan Tjondro dan Inung pertama kali setelah sekitar 10 tahun tidak bertemu.